Payung Teduh

Payung Teduh

Sebenarnya apa maksud yang ingin disampaikan Payung Teduh lewat lagu akad? Nah, ini poin utama dari sebuah lagu. Makna lagu memang sangat sentral, bahkan terkadang seseorang memilih beberapa lagu sebagai lagu favorit karena makna lagu tersebut masuk dalam dirinya.

Personal. Makna lagu akad sendiri sebenarnya universal baik bagi perempuan, maupun laki-laki. Lagu yang menyentil soal pernikahan ini tidak berpihak pada satu blok antara perempuan atau laki-laki, sebab pernikahan sendiri adalah hal yang ditunggu-tunggu semua orang dalam hidupnya.

Lagu akad sendiri, liriknya cukup menarik dengan pilihan kata yang terbilang puitis seolah menghipnotis dalam lantunan pop beat tanpa meninggalkan tapak jazznya. Lirik inillah yang sebenarnya menjadi jalan bagi Payung Teduh agar makna akad tersampaikan secara tepat pada para pendengar.

Payung Teduh

Menilik dari liriknya, makna lagu akad ini seperti penyampaian perasaan dari seseorang yang mencintai orang lain dan rasa cintanya itu sudah mantap, tinggal menunggu langkah menuju tahap akhir dalam sebuah hubungan, yaitu pernikahan. Lagu ini seolah sengaja disuguhkan Payung Teduh agar para pasangan atau orang-orang yang memang ingin segera melanjutkan ke jenjang pernikahan bisa dengan berani mengungkapkan perasaannya. Karena kebanyakkan dari mereka yang menjalin hubungan, walaupun sudah merasa mantap, terkadang enggan membahas pernikahan.

Entah karena pasangannya yang terlalu acuh, atau masih menganggap pernikahan terlalu cepat, atau karena hal-hal lain yang serupa. Ini bisa dibuktikan lewat beberapa penggalan liriknya, ‘Namun bila kau ingin sendiri cepat-cepatlah sampaikan kepadaku’, atau pada bagian reffrain ‘Bila nanti saatnya tlah tiba, kuingin kau menjadi istriku’. Meski ada kata ‘istriku’ yang pada dasarnya membuat lagu ini blok pada pihak laki-laki, beruntung kesan yang sampai dari lagu ini kepada pendengar justru sangat personal.

Dan makna lagu ini memang memberikan sensasi tersendiri bagi pendengarnya, terutama kaum perempuan. Ada sensasi dilamar dalam lagu bertajuk akad ini. Mengapa begitu? Siapasih yang tak suka kata-kata romantis penuh cinta yang sesungguhnya bukan hanya sebagai iming-iming agar kita jatuh hati atau terpana, tetapi benar-benar kata-kata yang mewakili ketidakberanian seseorang dalam menyampaikan perasannya. Perasaan yang sudah jelas-jelas mantap, siap menuju tahap akhir dari sebuah hubungan serius.

Masih belum percaya dengan sensasi dilamar dalam lagu ini? Buktinya tak sedikit orang yang membawakan lagu ini sebagai wedding song yang memperkuat nuansa pernikahan. Tetapi, silakan coba definisikan dan rasakan sendiri sensasi lamaran dalam lagu ini dengan mendengarkannya melalui berbagai platform digital.

Tinggalkan komentar