Monarki, Aliran DeathMetal Asli Boyolali

Seandainya diperbandingkan ditahun 2009 silam, mungkin saat ini dapat dibilang bahwa rotasi musik sudah berbanding terbalik. Dimana band-band metal yang melambung di era tersebut sekarang tengah kembali berjuang untuk dapat setidaknya dilirik oleh pecinta musik lagi. Termasuk di Semarang dan sekitarnya. Rotasinya mungkin boleh berubah, tetapi semangat dalam menyampaikan keresahan via musik yang sarat akan riff-riff rapat nan pesat itu tidak boleh luntur. Inilah yang kemudian coba ditunjukkan oleh Diminish Perception.

Monarki, Aliran DeathMetal Asli Boyolali

Sebagai unit DeathMetal yang berasal dari ujung Kota Boyolali, tepatnya di Kemusu, mereka seolah tidak patah arah untuk menonjolkan keberadaan skena bawah tanah di Semarang. Konsistensinya malahan ter-refleksikan via sebuah karya album yang dikasih tajuk, “Monarki”. Full album pertama yang menawarkan cerita-cerita bertemakan pemerintahan. Monarki, sesuai namanya berasal dari Monos yang berarti Satu, dan Archein yang berarti pemerintahan.

Seperti yang kita kenal bahwa secara harafiah Monarki sendiri berarti satu pemerintahan atau satu kekuasaan. Bagi Diminish Perception sendiri, nama tersebut memiliki makna filosofis bahwasannya sebuah pemerintahan yang berporos pada satu titik lazimnya cenderung akan menuju sebuah metode yang semena-mena, dan mementingkan kepentingan dirinya sendiri.

“Tetapi kami juga mau menyampaikan pesan tidak selamanya Monarki senantiasa identik dengan metode yang buruk, kami juga memilki harapan supaya dapat menjadi poros dalam musik yang kami usung,” kata sang Gitaris, Bhima.

Ucap ini semakin diperkuat dengan tema-tema pada lagu yang ada di dalam album Monarki itu sendiri. Lagu saja “Amunisick” yang berasal dari kata Amunisi dan Sick. Dua kata tersebut dapat diartikan memusnahkan. Dalam artian, memusnahkan kaum-kaum pesakitan yang tertindas tidak memperdulikan nasib suatu kaum demi kepentingan sendiri untuk kejayaannya, dengan berbagai metode untuk menjadi penguasa tanpa memperdengarkan jeritan kaum-kaum tertindas untuk mempertahankan diri memperjuangkan haknya yang semestinya diperoleh.

Kemudian materi lain yang cukup menarik adalah “Kepulan Dosa”. Sampai yang kuat pada liriknya ini berisi tentang, ketakutan akan bayang-bayang dosa yang diperbuat seseorang didunia. Ketika membuatnya berfikir tentang nirwana yang tidak akan diperoleh. Semenjak kebaikan tidak pernah ada didalam dirinya tanpa pernah memohon pengampunan atas segala perbuatannya. Mungkin hanya dengan keadilan yang akan menasehati dirinya menuju kebaikan.

Cukup menarik memang, bahwasannya band dengan genre Metal tetapi getol mengangkat isu tentang pemerintahan. Inilah yang menjadi magnet utama dari Diminish Perception. dibentuk dari tahun 2012, mereka seolah mau menonjolkan sisi yang berbeda dari DeathMetal itu sendiri. Tumbuh, berkembang dan di tempa di sebuah kelompok sosial GPC Underground Kota Boyolali, membuat diri mereka semakin kokoh dalam mengarungi kerasnya dunia musik bawah tanah di Jawa Tengah. Bagi yang mungkin tidak asing dengan nama kami, memang benar bahwa sebanarnya Diminish Perception adalah sebuah plesetan nama dari judul lagu salah satu band Technical DeathMetal, Necrophagist – Diminish To be. Adapun prestasi yang pernah diperoleh oleh band yang di kemudi oleh Ega (Vocal), Bhima (Guitar), Amink (Bass), dan Bejoys (Drum), adalah pas pada 2017/2018 lalu mereka pernah menjadi band pembuka Vader serta living legend Europe dalam rangkaian Tour Asia mengunjungi Indonesia.

Tinggalkan komentar