Lagu Akad Payung Teduh

Lagu Akad Payung Teduh

Ada Sensasi Dilamar dalam Lagu Akad Payung Teduh

Payung Teduh. Band indie asal bandung Indonesia ini memulai karirnya pada tahun 2007 melalui aliran musik jazz kerocong melankolis yang lembut dan mendayu, dipadukan dengan alunan-alunan serta komposisi instrumen musik layaknya lagu-lagu pada era 60an. Sejak awal kemunculannya, lagu-lagu Payung teduh disambut dengan baik dan langung mendapatkan tempat di hati pendengarnya.

Bentuk apresiasi untuk band yang membawakan lagu Angin Pujaan Hujan itu tak henti mengalir, dari satu lagu ke lagu lain sepanjang karirnya. Band yang beranggotakan empat orang dengan vokalis yang kerap dipanggil Is itu bernaung di bawah label Ivy League Musik. Lagu-lagu jazz yang dibawakan Payung Teduh semakin populer, didukung dengan tiap bait liriknya yang begitu memerhatikan diksi agar menciptakan keselarasan bunyi sebagai ciri khas identitas pesona Payung Teduh.

Selain lagu-lagu yang memang ditulis sendiri, ada pula lagu dari hasil pementasan teater, seperti lagu Cerita Tentang Gunung dan Laut, Tidurlah, dan lain-lain. Tahun ini, Payung Teduh meningkatkan kepopulerannya lewat lagu berjudul Akad.

Lagu Akad Payung Teduh

Lagu terbaru Payung Teduh yang rilis pada Juni 2017 itu, sebelum menjadi lagu top playlist ternyata sempat diperbincangkan para pedengar setia Payung Teduh sendiri.

Pasalnya, lagu-lagu Payung Teduh yang secara keseluruhan memang bersifat melankolis sejak awal, tiba-tiba berganti ke warna musik yang jelas menabrak genre murninya. Para personil Payung Teduh, yaitu Mohamad Istiqomah Djammad, Comi, Cito penabuh drum, dan Ivan yang memegang gitar ukulele memang sudah menduga hal tersebut bakal terjadi.

Dengan tetap berpositif dalam menyikapi komentar-komentar keras untuk lagu terbaru mereka, membuat Payung Teduh akhirnya mendapatkan semakin banyak pendengar baru yang setiap harinya terus bertambah, menyambut usaha seni Is dan kawan-kawan dalam menjajaki warna baru pada lagunya.

Setelah berhasil melewati masalah anjolknya warna music mereka, polemic yang baru kembali muncul. Bukannya berbahagia atas kepopuleran lagu akad ini, para personel Payung Teduh justru merasa resah.

Pasalnya bentuk apresiasi seperti pegcoveran, dilakukan secara brutal. Banyak para apresiator yang raih kepopuleran lewat lagu ini, bahkan sampai tampil di acara televisi tanpa ada izin terlebih dahulu. Layaknya Payung Teduh, walaupun warna music mereka berubah, namun cara mereka dalam menyikapi masalah memang selalu santai.

Keresahan yang dipendam tidak lantas dibuat jadi rumit atau dibesar-besarkan. Cukup dengan solusi tepat yang ampuh, Is selaku Vokalis Payung Teduh menyampaikan rasa terima kasihnya pada para apresiator yang begitu antusias menyambut lagu akad, sekaligus menyapaikan permintaannya mengenai perizinan atas lagu ini.

Sebaiknya sebagai penikmat kita memang jangan sampai merugikan dan harus tetap memegang prinsip sopan. Beralih dari polemik lagu akad yang gencar dibicarakan media, mari kembali ke pokok utama bahasan.

Tinggalkan komentar